Category Archives: Random Notes

Mengeluarkan Isi ‘Trashbag’


Seperti yang saya katakan pada postingan sebelumnya bahwa saya ini mengoleksi banyak draft tulisan yang tidak selesai hingga publish. Ada tulisan tersebut berdasarkan keresahan saya melihat fenomena yang ramai terjadi saat itu di medsos. Akan tetapi, beban pekerjaan saya sehari-hari ternyata lebih meresahkan. Hingga akhirnya saya berpikir ulang, bahwa tulisan saya hanyalah sampah dari emosi sesaat dan keinginan semu untuk beropini biar terlihat ‘kekinian’. Memberikan tenaga pikiran untuk suatu hal ramai yang hanya numpang lewat itu bagi saya sia-sia, apalagi kalau hal tersebut tidak ada efek besar dalam hidup saya. Akan tetapi ada juga draft tulisan yang saya ingin sekali selesaikan, tapi terhambat dengan kesibukan dan rasa malas. Continue reading

Advertisements

Catatan Mudik: Mahalnya Tiket dan Ruwetnya Terminal


mudik

Google Doodle Hari ini 4 Juli 2016

Selamat malam

Alhamdulillah kita sudah melewati hari ke 29 di bulan Ramadhan, itu artinya tinggal satu hari lagi menuju hari raya idul fitri. Btw, kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang suka duka mudik pantura di H-4 Idul Fitri yang saya lakukan dengan moda transportasi bus. Mengapa saya tiba-tiba ingin menulis cerita ini?, karena saya melihat di televisi sekarang ini banyak menyiarkan kemacetan pantura yang begitu parah mulai dari H-4 di titik-titik macet seperti Brebes dan sekitarnya. Akhirnya saya tergugah untuk menuliskan pengalaman mudik kemarin yang sebenarnya biasa saja hehe.

Intro

Seperti biasa saya pulang memilih waktu malam hari dan memakai bus. Rumah orang tua saya di Demak, Jawa tengah, merupakan kabupaten yang termasuk jalan utama di pantura, juga merupakan jalur utama menuju daerah utara Jawa Timur (via Kab. Tuban). Continue reading

Extra Story: Malam Anugrah Penghargaan AE2012


Sebelum masuk ke Catatan Kuliah Lapangan Part 2:Tour Jogja, saya ingin bercerita tentang malam keakraban kecil-kecilan yang diadakan oleh panitia kulap. Acara ini dimulai pukul 19.00 WIB dengan lokasi di salah satu mess. Spek wajib yang dibawa oleh masing-masing orang adalah sebuah kado  yang berisi barang dengan harga maksimal 10 ribu rupiah yang dibungkus dengan kertas koran (bukan sebuah kertas yang bertuliskan “kertas koran” di atasnya).

Ngomong-ngomong soal kado, saya mau cerita barang apa yang bakal dikasih pas tukar kado. Mungkin biar agak penasaran apa sih isi kadonya, saya kasih clue. Clue pertama adalah pasar minggu gasibu,dan clue yang kedua adalah barang obral jual murah. Tentunya bagi kalian yang suka belanja di gasibu pasti sering melihat barang-barang dengan harga 10 ribu rupiah bisa mendapatkan tiga pasang kaos kaki, atau tiga buah CD, dan sebagainya. Nah, kado saya isinya tidak jauh beda sama barang-barang itu hehe. Banyak orang yang awalnya nebak-nebak kalau isinya itu CD. Apakah benar? Let’s see !. Continue reading

“Rebranding” Setelah Setahun Vakum


Introduction

Rebranding adalah strategi pemasaran di mana nama baru, istilah, simbol, desain, atau kombinasinya diciptakan untuk merek mapan dengan tujuan mengembangkan identitas baru dibedakan dalam benak konsumen, investor, dan pesaing -translate.com/english/rebranding

“Rebranding”, sepertinya yang saya bahas tidak ada kaitannya sama definisi di atas , mengubah citra, seperti halnya penyanyi cilik yang memasuki usia dewasa dan ingin kembali menyanyi tanpa embel-embel penyanyi cilik. Atau  seperti seorang politikus yang butuh pencitraan untuk maju menjadi pilpres, pilgub, pilbup, dan pil-pil yang lain. Akan tetapi, saya bukanlah seorang penyanyi atau politikus, hanya seorang mahasiswa. Setiap orang punya cara sendiri untuk mengubah imagenya, termasuk saya sendiri yang masih menjadi seorang mahasiswa.

Satu tahun begitu cepat berlalu. Last-post di-blog ini tercatat pada tanggal 27 Februari 2015. Setelah itu aktivitas di blog ini benar-benar kosong. Biasanya saya mempunyai beberapa draft tulisan yang kira-kira akan saya post. Namun ya seperti itu lah, tidak ada sama sekali draft. Komentar yang tertumpuk banyak sekali. Rata-rata komentar yang masuk berisi pertanyaan  perihal postingan jalur masuk ITB, seleksi SNMPTN, UKT, dan sejenisnya. Tentunya sudah tidak update lagi informasinya . Jujur akhir-akhir ini saya kurang berminat untuk menjawab pertanyaan seputar hal-hal tersebut. Sering kali saya ngedumel sendiri ke panitia AMI tentang web yang kurang interaktif dan grup FB  AMI yang mulai ditinggalkan, jadinya siswa SMA googling kemana-mana termasuk ke blog ini . Walaupun begitu, tanpa adanya postingan sejenis jalur masuk ITB blog ini tidak akan ramai oleh pembaca dan di-subsrcibe oleh beberapa orang. Terima kasih. Namun sekarang saya merasa tidak relevan untuk mengepost hal-hal itu lagi, alasannya saya sudah cukup “tua” dan sudah purna-AMI (atau swasta AMI). Saya sudah tingkat akhir di ITB dan mulai fokus ke TA+proyek-proyek yang lain. Good bye Aku Masuk ITB and Welcome to “Aku ingin lulus dari ITB”. Kalau mau komentar silakan aja, Insya Allah saya jawab kalau sempat.

Kenapa harus rebranding? 
Continue reading