Pare, Tidak Sekedar Belajar Inggris


PhotoGrid_1499434489615.png

Beberapa bulan sebelum saya lulus kuliah, saya sudah punya keinginan untuk mengikuti kursus bahasa inggris. Karena saya merasa kemampuan bahasa inggris saya butuh di-upgrade dan harus sering dilatih jika saya punya impian untuk melanjutkan S2 di luar negeri atau setidaknya punya interaksi antar masyarakat global hehe. Saya sering mendengar cerita orang-orang tentang Kampung Inggris Pare yang terkenal di Indonesia sebagai tempat kursus bahasa Inggris yang bagus. Setelah mencari tahu dan tanya ke beberapa teman, saya putuskan untuk pergi kesana pada bulan Mei 2017. Sejarah kampung inggris, info pendaftaran dan tempat kursusnya bisa dicari sendiri ya haha. Soalnya saya tidak akan bahas hal yang sudah dijelaskan oleh website yang sudah ada :). Sebetulnya nih, selain misi buat kursus saya juga punya misi lain. Misi liburan tentunya. Karena saya ingin sejenak mengasingkan diri dari kehidupan keramaian Bandung dan juga sedikit demi sedikit menyiapkan masa depan setelah lulus kuliah.


Pertama, saya ingin bercerita tentang program dan lembaga yang saya ambil di sana. Saya mengikuti program 1 bulan dengan camp english area di lembaga Global English (GE) sesuai rekomendasi teman-teman saya dan melihat beberapa review di internet. Dalam satu bulan ini kita bebas untuk memilih 5 program yang akan kita ikuti. Mulai dari speaking, listening, writing, reading, vocabulary, grammar, & pronunciation hingga program persiapan TOEFL dan IELTS. Awalnya saya ingin mengambil kursus IELTS, akan tetapi melihat padatnya jadwal mulai pagi setelah shubuh sampai jam 10 malam saya memutuskan untuk ambil program yang bukan untuk persiapan. Alasannya karena memang misi saya kesini untuk liburan, tidak untuk memikirkan hal yang berat-berat haha.

Setelah registrasi ulang di kantor GE saya dipersilahkan untuk placement test untuk rekomendasi program yang saya ambil selama satu bulan. Satu bulan memang tidak cukup untuk belajar berbagai skill bahasa Inggris yang mumpuni dan seimbang satu dengan yang lain. Oleh sebab itu saya fokus mengambil program speaking sampai level 3 (dari level 1-4) serta program vocabulary in use (sampai level 3 dari 3) dan pronunciation sebagai penunjang. Selain itu, saya juga mengambil kelas job interview yang menurut saya membantu untuk menjawab beberapa pertanyaan interview dalam bahasa Inggris dan menghadapi sebuah Focus Group Discussion (FGD).


 

PhotoGrid_1499438057843

Global English Course & 12 PMCamp

 

Selama satu bulan ini banyak hal yang membuat saya terkesan dengan Pare. Bahkan saya sampai malas buat pulang karena saking jatuh cinta dengan tempat ini haha. Langsung saja saya jelaskan satu-persatu.

Bertemu banyak orang dengan berbagai latar belakang daerah dan profesi

Ketika saya berkunjung ke suatu tempat yang baru, saya berharap menjumpai orang-orang baru dengan berbagai karakter mereka yang spesial. Di sini saya menemukan banyak orang dari berbagai latar belakang pendidikan seperti sekolah pelayaran, perhotelan, pramugari, juga mahasiswa dari berbagai universitas seperti IPB, UI, ITS, UB, dan sebagainya. Hal ini membuat saya merasa senang bisa bertemu orang-orang ini. Karena saya merasa selama ini terkurung dengan pemikiran ala mahasiswa individualis nan arogan haha. Menjumpai orang baru juga berarti mendapat pandangan baru. Bagi saya ini merupakan pengalaman “main jauh” dalam arti sebenarnya. Tidak hanya bertemu orang dengan latar pendidikan berbeda, tetapi juga saya bertemu dengan orang dari berbagai penjuru Indonesia bahkan beberapa juga dari mancanegara seperti Libya dan Thailand.

Banyak pilihan tempat kursus dan program yang ditawarkan

Kampung Inggris sejatinya merupakan sebuah desa dengan begitu banyak tempat kursus dan english camp. Begitu masuk di area sini bakal banyak melihat orang berlalu-lalang pergi les. Dengan banyaknya tempat kursus kita disajikan berbagai pilihan program yang ingin kita ikuti. Setiap tempat/lembaga kursus juga punya program unggulannya masing -masing. Sampai terkadang bingung mau milih tempat kursusan yang mana. Harga kursus di sini juga terbilang relatif murah kalau dibandingkan dengan kursusan di kota-kota besar. Kursusan di kota kebanyakan bayar mahal tapi pertemuan per minggu cuma 3-4 kali paling banyak. Bandingkan saja, saya hanya mengeluarkan sekitar 1,2 juta rupiah (pengeluaran kotor termasuk akomodasi pp stasiun kediri) untuk kelas selama satu bulan (20 hari efektif) dengan materi yang padat (3-4 kelas perhari, bisa 6 kelas kalau ikut program camp).

Tempat belajar yang tidak monoton

Kursus tidak selalu bertempat di ruangan les konvesional yang sering orang rasakan di tempat bimbel hehe. Kadang ada kelas yang tempatnya di ruangan, kadang ada kelas di bawah pohon mangga, dan bahkan di kafe sekalipun dijadikan tempat buat kelas. Untuk program-program seperti TOEFL, IELTS, Writing, Listening, Reading, dsb biasanya di ruangan kelas seperti biasa. Kalau program-program seperti speaking, vocabulary, pronunciation, dan program-program sebagainya yang cukup fun biasanya bertempat di outdoor atau kafe.

Tutor seperti teman kita sendiri

Di setiap kelas akan diajar oleh tutor. Kebanyakan tutor di sini masih relatif muda, bahkan tidak jarang saya menemukan tutor yang lebih muda dari saya. Tapi jangan tanya kualitas tutornya, pastinya sudah kompeten. Mereka tidak terkesan menggurui, metode mengajarnya pun menyenangkan. Hubungan tutor dan murid juga dekat dan kadang sering tutor bisa di-bully hehe, mungkin karena kita umurnya tidak terpaut jauh dan memang bisa membuat kita nyaman.

Kebiasaan tutor di sini yaitu sering membawa bedak bayi di kelas. Tujuannya tidak untuk membedaki bayi, tapi untuk membedaki member kelas yang kalah debat, kalah main game, atau salah ngomong kata-kata terlarang (contohnya di kelas speaking dilarang ngomong “I think” dan “Maybe”)

English Area Camp

Selama saya di Kampung Inggris saya tinggal di camp karena memang ambil program camp. Kehidupan di camp juga penting untuk mendukung progress kita dalam skill berbahasa Inggris. Ketika belajar bahasa Inggris, kita butuh partner untuk mempraktikkannya terutama untuk speaking. Kadang masalahnya itu kita susah cari partner yang setiap hari mau dengerin kita speaking, dan bisa jadi apa yang telah dipelajari bakal menguap hilang begitu saja. Tetapi ketika saya tinggal di camp ini, saya dapat menemukan orang-orang yang mau membantu dengan menjadi partner. Di dalam camp terdapat aturan english area, jadi harus berbicara memakai bahasa Inggris setiap harinya  kecuali hari minggu dan hari libur untuk ganti periode. Ketika melanggar juga harus bayar denda.

Saya tinggal di 12PM Camp yang berada di jalan Anyelir. Jadwal setiap harinya adalah kelas pagi pukul 5.00 dan kelas malam pukul 19.00. Enaknya tinggal di camp adalah seperti mendapat keluarga baru. Hal ini disebabkan karena seringnya interaksi dan melakukan kegiatan bersama seperti kerja bakti bersih-bersih, olahraga bareng, dan jalan-jalan bareng. Ketika ada yang harus pulang kembali ke kampung masing-masing pun tidak jarang yang sedih sampai meneteskan air mata.

 

PhotoGrid_1499437658827

12 PM Camp

 

Hidup sehat karena sering bersepeda

Terkadang lokasi kelas itu berjauhan, untuk berpindah dari satu kelas ke kelas yang lain yang jaraknya jauh biasanya anak-anak sini menyewa sepeda. Sepeda ini juga digunakan sebagai transportasi utama anak sini untuk berpergian entah ke Indomaret, pasar, tempat laundry, barbershop , dan sebagainya. Harga sewa per bulan bervariasi sesuai tipe dan kondisi sepeda. Rata-rata harga sewa sepeda berkisar 70rb-100rb rupiah per bulan.

Perut bisa kenyang dengan uang Rp.5000 atau Rp.6000

Dari semua yang hal yang menarik, ini yang saya suka. Banyak makanan murah di sini. Saya anak yang merantau di kota besar dengan biaya makan yang tinggi. Ketika dihadapkan dengan makanan murah pasti senangnya minta ampun haha. Uang 5 rb/6 rb rupiah cukup untuk membeli soto ayam dengan porsi banyak, atau mie ayam, atau nasi goreng, atau juga nasi pecel/kuning buat sarapan. Dengan uang 9 rb/10 rb rupiah sudah mendapat nasi+ayam+lalapan/sayur. Ketika 10rb rupiah dibawa ke warung prasmanan juga bakal dapat banyak lauk. Banyak pilihan tempat makan mulai dari warung makan penyetan (ayam/lele penyet), angkringan, warung prasmanan. Terfavorit saya yaitu angkringan yang menyediakan nasi kucing bakar, patut dicoba juga krengsengan ayam.

Belum lagi jajanan di sana murah meriah seperti lekker lebar seharga Rp 500/Rp 1000. Atau es dawet Rp 2500. Paling favorit baso penthol, harga satunya Rp 500, kalau beli Rp.5000 bakal dapet banyak, gelondongannya gede-gede, rasanya daging banget kaya baso biasa dijual, dan kadang suka dikasih bonus gajih haha.


Waktu satu bulan memang tidak cukup untuk menambah banyak skill dan mengeksplor Pare lebih dalam lagi. Walaupun begitu, pengalaman satu bulan itu tidak akan saya lupakan. Saya juga terkadang memikirkan kembali untuk ke sana lagi ambil kursus. Apa yang saya tulis tadi merupakan sedikit bagian dari berbagai inspirasi yang saya peroleh dari tempat ini. Tidak sekedar tempat les, lebih dari itu saya terbantu dalam mengenal karakter dan jati diri saya. Hal ini disebabkan karena saya berhadapan dengan berbagai macam orang dengan pola pikir berbeda yang tentunya saya menjadi salah satu orang yang berbeda, hingga saya sadar perbedaan saya dimana. Pusing? haha

Intinya sih ya, banyak inspirasi yang saya peroleh dari segi teknis skill bahasa Inggris, hingga inspirasi motivasi yang tidak bisa saya jelaskan dengan kata-kata. Mungkin para pembaca ada yang pernah berpetualang ke Kampung Inggris dan punya pengalaman lain yang menarik, bisa banget sharing di kolom komentar.

Cukup sekian cerita dari saya, apabila ada kekurangan tolong kritik dan sarannya. Apabila ada dari pembaca ingin juga pergi ke Kampung Inggris semoga tulisan ini bisa menjadi gambaran kehidupan di sana.

Terima Kasih 🙂

PhotoGrid_1499438329942.png

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s