Mainan Baru Quadcopter CX-32W


Screenshot_2016-07-14-21-53-09

Selamat pagi,

Kali ini saya ingin menulis tentang proses pekerjaan dalam troubleshooting mainan baru saya hehe yaitu quadcopter  Cheerson CX-32W. Saya mendapatkan barang ini sejak April 2016. Sekarang barangnya sedang ada kerusakan. Masalah yang terjadi adalah terdapat satu motor yang tidak bisa berhenti bergerak dalam keadaan usai landing, bahkan ketika quadcopter sudah dalam keadaan off .Sepertinya masalah yang saya temui bukan lah masalah yang aeronotika banget haha.Berhubung mainan saya adalah benda yang bisa terbang, mau tidak mau akan jadi fokus saya untuk mencoba memperbaiki nya sebisa mungkin sebagai mahasiswa yang belajar aeronotika ,walau cukup lama nantinya waktu perbaikannya. Mungkin postingan ini bakal berguna untuk kamu-kamu yang pemula untuk mencari teman senasib yang ahli dalam merusakkan barang baru haha.Mohon bantuannya Master!. Semangat!!

Intro: Review Singkat CX-32W 

Cx32w

CX-32W source: hobbyking.com

Kalau review seperti spesifikasi barang dapat dilihat di situs berikut. Singkat cerita saya membeli ini karena terbujuk dengan kalimat di situs review yaitu “looking for a good drone for beginners?”.Karena banyak yang menyarankan drone quadcopter merek ini sebagai drone yang cocok digunakan untuk latihan mengendalikan drone sebelum mengendalikan drone yang lebih besar dan advance aplikasinya , macam drone keluaran DJI, entah benar atau tidak. Berhubung saya juga belum pernah menerbangkan barang seperti ini akhirnya saya beli CX-32W untuk latihan.

Ceritanya sekarang saya sedang terlibat proyek lomba dengan mengajukan ide pembuatan quadcopter dengan misi tertentu (kapan-kapan saya akan cerita) . Quadcopter ini akan di-demonstrasikan di Korea Selatan akhir Agustus depan. Dengan susunan anggota tim yang sudah dibentuk maka saya sepertinya bakal yang mendemonstrasikannya nanti. Makanya sekarang saya jaga-jaga latihan dengan membeli CX-32W ini, agar tidak usah meminjam punya orang lain dan merusakkannya hehe. Wish me luck guys, semoga tidak memalukan haha.

CX-32W yang saya beli ini terbilang murah dengan fitur yang cukup mumpuni. Dengan harga dibawah 1jt rupiah (sekitar 850rb rupiah) kamu bisa dapatkan barangnya. Sebenarnya harga aslinya di amazon.com atau situs e-commerce luar negeri yang lain sedikit diatas 1jt rupiah. Di situs hobbyking sekarang harga CX-32W yatu 77.44 USD atau sekitar 1,1 juta. Saya beli ini lewat situs tokopedia, spek lengkap, tapi minus garansi.

First Flight

Saya menerbangkan quadcopter ini pada siang hari setelah sholat dzuhur. Tidak ada pertimbangan kriteria pemilihan waktu saat itu. Istilahnya dadakan aja karena lagi pengen main. Bertempat di halaman depan asrama yang luasnya sekitar 4m x 4 m, dengan ketinggian kira-kira 5 meter. Penampakannya seperti ini:

phg

Asrama dari google street view, pohon di sebelah kiri sekarang menjadi lebat dan mengurangi ruang udara

Untuk menerbangkan CX-32W bisa menggunakan radio transmitter/radio control seperti biasa atau bisa juga memakai smartphone android yang sudah di-install aplikasi CX-32Wifi yang dapat diunduh gratis.Sebelum menerbangkan CX-32W jangan lupa baca manualnya ya. Penting banget!

Ketika semua sudah siap,pertama kali saya memilih untuk mencoba mengendalikan quadcopter menggunakan smartphone. Tampilannya seperti berikut:

Screenshot_2016-07-14-21-53-22

Control Interface CX-32Wifi

Tanda panah di bagian tengah layar adalah one-key take-0ff (panah ke atas), dan one-key landing (panah ke bawah).Sebelumnya atur dulu di setting kita memilih untuk menggunakan kendali mode 2 atau mode 1. Saya menggunakan mode 2, artinya panel kendali di tangan kiri saya adalah untuk menggerakkan quadcopter naik-turun dengan mengatur kecepatan. Sedangkan di panel kendali di bagian kanan aya adalah untuk menggerakkan quadcopter maju-mundur dan kanan-kiri. Pada mode 1 berlaku sebaliknya. Kalau lupa di-setting?, jangan khawatir karena mode default nya sudah otomatis di mode 2. Semua penjelasan ini sudah ada di buku user manualnya.

Setelah smartphone dihubungkan ke quadcopter menggunakan wifi dan sudah ada tanda untuk siap maka silakan tekan one-key take-off. Quadcopter akan steady di ketinggian kira-kira sekitar 1 m dari tanah, setelah itu terserah silakan dikendalikan sesuai keinginan.

PhotoGrid_1466922223285

Hasil foto HD dari kamera FPV CX-32w

Oh iya, quadcopter ini juga dapat dikendalikan dengan metode gravity sensing. Caranya dengan menekan tanda gravity sensing (gambarnya seperti gasing) di layar control interface. Jadi kamu tinggal goyang-goyangkan smartphone untuk mengendalikan quadcopternya.

Setelah selesai landing, saya mencoba untuk mengendalikan dengan radio control. Semua panel yang ada di control interface di smartphone ada di radio control kecuali gravity sensing. 

Review dan rekomendasi:

  1. Dari segi kenyamanan, pengendalian menggunakan smartphone lebih nyaman dan mudah dalam menjalankan fungsi quadcopternya, termasuk mengambil foto dan video. Minusnya hanya terletak pada ukuran smartphone yang saya punya. Untuk kenyamanan saya rekomendasikan untuk menggunakan tablet PC yang ukuran layarnya lebar. Saya agak terganggu dengan ukuran tombol/panel yang ada di layar control interface yang kurang nyaman karena terlihat kecil. Selebihnya mantap (y).
  2. Untuk tempat menerbangkan quadcopter first flight, sebenarnya tempatnya memadahi. Hanya saja cukup banyak obstacles sehingga tidak bisa terbang tinggi. Juga tempatnya cukup berbahaya karena dekat dengan jalanan umum. Rekomendasi sih seperti biasa cari tempat yang agak luas dan tidak banyak gangguan, misalnya lapangan bola atau padang rumput luas. Masalahnya tidak banyak tempat seperti itu di Bandung, kalau ada pun jauh atau tidak tahu harus ada ijin atau tidak hehe. Obstacles ini juga kadang bikin panik pengguna pemula, ujung-ujungnya controller digerak-gerakkkan tidak beraturan dan terjadi crash. Oh iya, kalau bisa terbangin pagi atau sore, karena siang hari angin agak kencang. Karena CX-32W ini mudah terkena gangguan terhadap angin (tidak stabil, dsb).
  3. Secara umum sih penggunaan radio control agak lebih ribet dari pada menggunakan smartphone. Karena prosedur yang dimiliki agak berbeda dan seringkali ada step penggunaan yang terlupa sehingga quadcopter tidak terbang atau malah rusak.
  4. Kamera FPV yang dipakai oleh CX-32W memiliki resolusi 2 megapixel. Walaupun hanya 2 MP, kualitas hasil jepretannya cukup memuaskan. Setidaknya lebih bagus dari kamera depan beberapa smartphone/tablet yang sering digunakan selfie. Pengambilan gambarnya mudah. Di aplikasi dan radio control sudah terdapat panel khusus untuk memotret. Karena saat first flight itu saya agak susah mengendalikan quadcopternya sehingga tidak banyak foto saya ambil dan fokus untuk membuat stabil.
  5. Quadcopter ini cenderung bergerak mundur sehingga agak susah untuk stabil di posisi tertentu.Sehingga sulit untuk diam setelah take-off. Untuk saat ini belum menemukan solusinya. Hanya mencoba untuk selalu melakukan kalibrasi yang sesuai petunjuk dari user manual-nya.

Malapetaka Akhirnya Terjadi

Setelah beberapa kali terbang, akhirnya pada suatu malam di bulan puasa seorang teman melihat benda ini di kamar saya . Kemudian meminta saya untuk menerbangkannya dengan tangan teman saya memegang quadcopter di bagian kaki untuk mendarat. Awalnya agak ragu untuk melakukannya tapi saya coba saja menerbangkannya. Saya menerbangkannya memakai radio control karena saat itu smartphone saya sedang low battery dan sedang di-charge. 

Setelah semua siap saya langsung menekan one-key take-off. Namun yang terjadi motor tidak bergerak dan selang beberapa detik kemudian tiba-tiba bergerak sendiri. Karena cukup panik, segera mungkin saya menurunkan kecepatan dan menekan one-key landing. Alhamdulillah berhasil, tapi ada satu motor yang tidak mau berhenti bahkan ketika radio control di matikan dan quadcopter dalam posisi off. Dengan berat hati saya memotong kabel yang menghubungkan baterai ke komponen lain. Tentunya sedih karena rencana akan membawa benda ini ke kampung halaman pas libur lebaran, karena di kampung saya banyak sawah dan ladang yang pemandangannya bagus.

Jpeg

Kabel warna hitam yang diputus

Sejauh ini sih saya memperkirakan ada masalah di distribusi power di motor tersebut. Belum sempat dibongkar untuk mengetahui apakah ada komponen yang rusak di dalam. Setelah menulis postingan ini saya akan coba bongkar. Oh iya, setelah saya pikir saya juga sepertinya melakukan kesalahan prosedur dalam pemakaian radio control. Yaitu saya belum memilih mode apa yang akan saya gunakan, apakah mode 2 atau 1.Saya berharap hari minggu ini masalah selesai dan kabel baterai akan di-solder.

Closing

CX-32W merupakan quadcopter murah dengan kualitas yang cukup bagus dan sebanding dengan harganya, cukup itu saja hehe.

Buat pembaca yang punya masalah yang sama atau punya pengalaman memperbaiki quadcopter mungkin bisa menuliskan komentar di bawah. Butuh banyak saran dan banyak belajar juga buat kalau ada masalah seperti ini bisa terselesaikan :).

Terima kasih

Advertisements

3 thoughts on “Mainan Baru Quadcopter CX-32W

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s